Dumai (DNN) – Puluhan warga Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, menggelar aksi massa pada hari ini Kamis, 20/11/25 untuk menuntut PT Agrinas Nusantara Palma menyerahkan kembali lahan yang selama ini dikuasai perusahaan. Masyarakat menilai lahan tersebut seharusnya diberikan kepada warga tempatan, khususnya masyarakat adat, agar dapat dikelola demi meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama.
Aksi tersebut di ikuti Pemuda teluk makmur Jodi Pratama, S.Pd, yang menyampaikan bahwa tuntutan ini merupakan bentuk kegelisahan masyarakat yang selama bertahun-tahun merasa tidak mendapatkan manfaat dari lahan yang berada di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Lahan ini berada di wilayah kami, namun masyarakat tidak diberi kesempatan untuk mengelola. Padahal, asas kemakmuran dan kesejahteraan harusnya menjadi prioritas utama. PT Agrinas Nusantara Palma wajib mendengar dan memenuhi tuntutan warga,” tegas Jodi Pemuda Teluk Makmur dalam ikut demo tersebut.
Menurut Jodi, masyarakat Medang Kampai menginginkan agar PT Agrinas Nusantara Palma membuka ruang dialog dan memberikan sebagian lahan tersebut kepada masyarakat tempatan. Ia menegaskan bahwa lahan yang berada di wilayah adat juga seharusnya diprioritaskan untuk pengembangan ekonomi masyarakat lokal, bukan hanya kepentingan korporasi.
Aksi yang berlangsung damai ini juga membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar perusahaan memperhatikan nasib warga sekitar. Para peserta aksi berharap PT Agrinas Nusantara Palma tidak menutup mata terhadap kondisi sosial masyarakat yang menggantungkan masa depan ekonomi pada ketersediaan lahan produktif.
Masyarakat Medang Kampai meminta pemerintah daerah ikut turun tangan memfasilitasi penyelesaian persoalan ini agar tidak menimbulkan konflik berkelanjutan antara warga dan perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Agrinas Nusantara Palma belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan warga. Warga berjanji akan terus menyuarakan aspirasi mereka sampai ada kepastian dan itikad baik dari perusahaan untuk memenuhi hak-hak masyarakat tempatan.
Penulis : Yusuf








Komentar