DUMAI (DNN) – Telah masuknya tahapan kampanye yang telah ditetapkan oleh KPU bagi para pasangan calon membuat para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah mencoba mencari simpati masyarakat agar memilihnya.
Dan tidak sedikit pula para paslon membuat janji – janji yang tidak masuk di akal secara logika dan akal sehat dan hanya sekedar omon-omon.
Dilain terpisah awak media meminta pandangan kepada praktisi hukum sekaligus Ketua Bidang Hukum LBH MAPAN (Masyarakat Pancasila Nusantara) (Minggu,29/09/2024).
“Ya saya ada melihat beberapa berita yang termuat dan ada salah satu paslon yaitu wakilnya kalau tidak salah menyampaikan didalam kampanye nya akan menyiapkan dana 800M dari judul yang saya baca, hal ini saya melihat sangat tidak logis, darimana dana tersebut yang ia sebutkan dan darimana sumber dana yang akan ia serap, apakah dari dana APBN atau dari APBD,”Ungkapnya Andre Prayoga ,.SH.
“Kalau dana tersebut ia akan siapkan dari APBN sebegitu besarnya untuk penanggulangan banjir sementara negara kita sedang defisit anggaran pada tahun 2024 ini, karena tidak seimbangnya dari pengeluaran yang melebihi dari pendapatan.
”Apalagi kalau hanya dari APBD yang diharapkan untuk proyek sebesar itu, kalaupun masuk daerah strategis nasional pasti dan tentunya yang mendatangkan income bagi pemerintah pusat dan bukan sebaliknya.”tuturnya.
“Hal ini yang membuat kami merespon terkait visi dan misi paslon tersebut yang hanya untuk mendulang suara terkesan di paksakan karena tidak logis dan hanya sekedar jambu (janji busuk), bukannya mencerdaskan masyarakat malahan terkesan ingin membohongi masyarakat atas jargon dan jualan visi dan misi yang tidak masuk diakal tersebut,” Pungkas Andre.
“Masyarakat saat ini saya melihat dalam beberapa tahun belakangan ini sangat sudah pintar memilah mana yang hanya sekedar janji manis yang tidak logis apalagi janji tersebut tidak terealisasi sampai ia nantinya menjabat dan hal itu pasti di tinggalkan oleh masyarakat, makanya kami meminta kepada masyarakat jangan sampai terkecoh terkait hal-hal demikian.”ungkapnya.
“Maka dari itu kita menghimbau kepada masyarakat saat ini selektiflah memilih paslonnya mana yang masuk diakal dan mana yang tidak terkait programnya dan jika yang tidak sudah di skip aja, karena perubahan kedepan di tentukan oleh kita sebagai pemilih untuk masa depan yang lebih baik yang bisa menampung segala persoalan dan bukan hanya untuk segelintir dan golongan mereka saya,”tuturnya.
(Rilis.Tim)








Komentar