DUMAI (DNN) – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Pancasila Nusantara (LBH MAPAN) serta juga sebagai Pengamat Politik Eko Saputra,.SH,.MH menilai ada fenomena unik di Pilkada Dumai saat ini khusus di tahun 2024, ia menilai ada pasangan calon yang memiliki elektabilitas tinggi dari segala pemberitaan yang dikemas dari berbagai media-media online, apakah memang sengaja untuk menonjolkan prestasinya atau suatu ketakutan yang secara nyata dirasakan oleh tim serta koalisi pemenangan pasangan calon tersebut, ungkapnya.
“Jika memang elektabilitas salah satu pasanga calon tersebut tinggi darimana ia mendapatkan data tersebut, apakah memang adanya survey yang kredibel dibidang itu dilakukan, penilaian elektabilitas atas survey itu setidaknya dilakukan secara riset dan komprehensif oleh lembaga survey yang kredibel baik dari sisi indikator maupun parameter apa yang di riset, paparnya.
“Kalau saya melihat fenomena ini yang sengaja di gadang-gadangkan oleh beberapa media – media terkesan adanya suatu ketakutan bagi paslon, sehingga mencoba memainkan polanya melalui media-media atas pemberitaan seolah elektabilitas paslon tersebut menanjak dan biasanya hal tersebut sering dilakukan incumben atau petahana yang akan maju kembali,dan disatu sisi apakah media-media yang tanda kutip tadi dengan memberitakan pecapaian seolah elektabilitas paslon disukai oleh pemilih dan cenderung berafiliasi dengan salah satu calon dan kita patut menduga hal tersebut, karena sangat terstruktur dan terlihat dari redaksi isi muatan beritanya, paparnya.
“Jika berkaca pada pilkada-pilkada lainnya didaerah contohnya dibeberapa kota terkhusus kita lihat Pilkada Jakarta saja yaitu Ahok di tahun 2017 memiliki survey sangat tinggi,malahan tumbang oleh Anis dan itu bukan hanya di jakarta saja tetapi ada dibeberapa daerah lainnya yaitu Sumbar Paslon Mulyadi – Ali Mukni dan fenomena itu terjadi, dimana kita lihat surveynya sangat tinggi tapi keok dan berada pada posisi nomor 3 dari hasil hitung cepat pada hari pencoblosan,dan menurut saya biasanya yang surveinya tinggi justru malah kalah di Pilkada tersebut akibat pola-pola tersebut dan biasanya masyarakat pemilih melihat muatan berita serta konten tersebut seolah dibuat dan di rekayasa sehingga tidak murni dirasakan oleh masyarakat. Kata Direktur LBH Mapan yang akrab di panggil Bung Eko ini.
“Dan menurut Bung Eko kemenangan pasangan calon di Pilkada Dumai ataupun di kabupaten kota lainnya ditentukan oleh kuatnya basis-basis akar rumput atau simpul-simpul yang ada, dan bukan pemberitaan yang sengaja dibuat dan hal itu juga masyarakat saat ini kebanyakan malas melihat pemberitaan seperti itu, tuturnya.
“Jadi elektabilitas yang tinggi belum tentu ia akan meraih juara atas kompetisi pilkada ini, melainkan bisa saja sebaliknya dan terkadang itu juga adalah trik atau suatu ketakutan yang sengaja di mainkan atau dipermainkan oleh Tim-Tim yang tidak paham akan memainkan perannya,tutup Bung Eko
Rlis (*)








Komentar