Setelah mendapatkan Vaksin Covid-19, tidak semerta merta, seseorang tersebut kebal akan Covid-19, meskipun efek jika kembali terkena Covid-19 tidak begitu besar.
“Saya ingin menegaskan, protokol kesehatan harus tetap di ketatkan, walaupun sudah menerima vaksin,” katanya kemarin.
Himbauan pengetatan protokol kesehatan meski sudah di vaksin, tambahnya bukanlah tanpa sebab, karena sudah terbukti ada tenaga kesehatan di kota Dumai, yang telah menerima vaksin, namun tetap terkena atau terpapar Covid-19.
“Ada satu tenaga kesehatan kita sudah divaksin tapi masih kena Covid-19 juga, beberapa waktu lalu, namun sekarang sudah sembuh dan bisa beraktifitas lagi seperti biasa,” ungkapnya.
Dijelaskanya, satu tenaga medis yang terkena covid-19 meski sudah di vaksin ini, tidak terlalu bergejala dan ini lah salah satu keuntungan telah di vaksin, karena anti body telah terbentuk.
Syaiful menegaskan, untuk tetap menerapkan Prokes bagi yang telah menerima vaksin tahap pertama maupun kedua, karena ini sangat penting untuk semuanya.
Beberapa waktu lalu pihaknya kembali menerima vaksin dari pemerintah sebanyak 520 Vial, yang mana vaksin ini lebih dari yang pihaknya ajukan sebanyak 500 vial.
“Kita bersyukur untuk tahap ke tiga ini, kita diberi lebih sebanyak 20 vial dari yang kita ajukan sebanyak 500 vial, tentunya ini merupakan hal positif bagi Dumai,” terangnya.
Sebanyak 520 vial ini nantinya akan di berikan kepada pelayan publik sebanyak 5200 orang, karena satu vial bisa digunakan untuk 10 orang.
Syaiful menerangkan, 5200 orang tahap tiga ini akan diprioritaskan terhadap para guru, dan pelayan publik lainnya, mengingat proses belajar tatap muka terbatas sudah berlangsung di kota Dumai.
“Untuk proses Vaksinasi tahap ke tiga ini akan mulai kita laksanakan pada Selasa (23/3), mendatang, semoga prosesnya lancar,” pungkasnya.(wan)
Komentar