oleh

Diskominfo Kota Dumai Disinyalir Melakukan Kampanye Terselubung

DUMAI (DNN) – Pada Tanggal 30 Oktober/Rabu 2024, Laman media sosial Instagram resmi Diskominfo Kota Dumai memposting berita mengenai Pembangunan Kota Dumai yang terjadi pada periode 2021 – 2024, Diskominfo disinyalir menjadi alat untuk mengkampanyekan Petahana yang saat ini cuti dikarenakan ikut dalam kontestasi PILKADA, menurut Fatahudin.

“Dikarenakan yang di upload hanya perkembangan pembangunan Dumai pada rentang periode 2021 – 2024, Diskominfo menjadi alat kampanye gratis Pada salah satu Paslon dan menciptakan Pilkada yang tidak netral karena hanya menguntungkan Petahana saja.

“Diskominfo juga dapat menyebabkan Pilkada yang tidak Kondusif dan terjadi perpecahan diantara masyarakat, karena pembangunan Kota Dumai yang terjadi pada saat ini, tidak terlepas dari campur tangan para Walikota terdahulu dan terkesan tidak menghormati juga mengenyampingkan kinerja Walikota sebelumnya. Salah satu contohnya, Diskominfo melakukan penggiringan opini melalui postingan gambar dengan narasi bahwa, Pembangunan Taman Bukit Gelanggang itu dilakukan pada periode 2021 – 2024 sesuai judul Postingan Gambar ” Tengok Pembangunan Kota Dumai Dari Tahun 2021 Hingga 2024 “paparnya.

Pada kenyataannya Taman Bukit Gelanggang
Awalnya bermula dari sebuah lapangan sepakbola di tahun 2003,Taman Bukit Gelanggang terus dibenahi, pada tahun 2006 event bertaraf Provinsi digelar disini yaitu MTQ Provinsi Riau di alun-alun kota dumai,pembangunan dilanjutkan dengan dibangunnya Tugu Reformasi pada tahun 2009,Pembangunan air mancur pada tahun 2010,Pembangunan jogging track Playground area serta panggung pertunjukan di areal ini.

Diskominfo, sudahlah tidak netral, juga ikut memberikan informasi yang sesat kepada Masyarakat Kota Dumai.

Kami meminta kepada PJS Walikota Dumai, Sekda Kota Dumai dan Juga BAWASLU Kota Dumai untuk memberikan sanksi kepada Kadis Diskominfo beserta jajarannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *