DUMAI (DNN), 29 Mei 2025 – Insiden keselamatan kerja kembali terjadi. Sebuah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di kawasan industri dumai, Prov. Riau, dilalap si jago merah pada Kamis siang ini (29/5), diduga akibat kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja, kejadian ini PT PAA bukan hanya terjadi pada saat ini saja melainkan banyak kejadian yang baru beberapq waktu lalu terjadi pula akibat kelalaian yang menimbulkan korban jiwa , namun kejadian kenakaran tersebut untung tidak ada korban jiwa, namun kebakaran ini menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai miliaran rupiah..
“Dugaan sementara berasal dari percikan api saat melakukan pekerjaan di area tersebut saat melakukan pengelasan dan mengenai bahan mudah terbakar yang tidak ditangani sesuai prosedur keselamatan. Api dengan cepat menyebar karena ventilasi buruk dan banyaknya bahan kimia di area produksi,” ujar pekerja yang berada dilapangan.
Pabrik tersebut diketahui mempekerjakan lebih dari 200 pekerja. Saat kejadian, sebagian besar karyawan tengah berada di ruang istirahat, dan selainnya masih ada melakukan pekerjaan sehingga berhasil dievakuasi dan di padamkan.Namun, sejumlah karyawan mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan asap mengepul di area pabrik tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Dumai, menyayangkan kejadian ini dan menegaskan akan melakukan investigasi menyeluruh. “Kami akan memeriksa sistem keselamatan kerja di perusahaan ini. Jika terbukti lalai, tentu akan dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan dan peraturan keselamatan kerja yang berlaku,”
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor industri yang dinilai masih abai terhadap penerapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Disatu sisi Ketua Lingkar Pemuda-Pemudi Dumai (LPPD) pun mendesak pemerintah dan pelaku industri untuk memperketat pengawasan dan memberikan pelatihan keselamatan secara berkala kepada seluruh karyawan, apalagi kita melihat perusahaan ini selalu adanya kejadian yang dapat membayakan pekerja yang ada di sekitar, jika tidak adanya perubahan kami akan melakukan orasi dan demo kembali ke pabrik tersebut dan meminta kepada pemerintah untuk mencabut izin mereka kalau perlu, karena sudah terlalu lalai dalam keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungannya sendiri










Komentar