DUMAI (DNN) — Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS) Kota Dumai menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kampung halaman dengan membuka Posko Bantuan Bencana Alam Sumatera Barat yang saat ini tengah dilanda bencana alam pada 27–28 November 2025, sebagai wujud solidaritas dan respons cepat atas kondisi darurat yang menimpa masyarakat di wilayah Sumatera Barat lainnya.
Posko bantuan tersebut diinisiasi oleh seluruh anggota dan pengurus IKPS Kota Dumai, yang bergerak secara gotong royong mengumpulkan berbagai kebutuhan mendesak dan kami menerima bantuan seperti sembako, pakaian layak pakai, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta bantuan logistik lainnya. Para relawan IKPS juga membuka layanan informasi bagi masyarakat Dumai yang ingin menyerahkan donasi maupun mencari kabar keluarga mereka di lokasi bencana.
Ketua IKPS Kota Dumai, Yuli Firdaus, menyampaikan bahwa pembukaan posko ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan panggilan hati untuk membantu sesama, khususnya saudara-saudara mereka di Sumatera Barat yang sedang tertimpa musibah.
“Kami di IKPS Kota Dumai terpanggil untuk bergerak cepat. Ini bukan hanya soal memberikan bantuan materi, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa mereka tidak sendiri. Solidaritas ini lahir dari hati seluruh anggota dan pengurus,” ujar Yuli Firdaus.
Ia juga menambahkan bahwa IKPS akan terus berkoordinasi dengan posko utama di Sumatera Barat agar bantuan yang dikirim tepat sasaran dan dapat segera memperkuat proses penanganan bencana.
Selama hari pertama pelaksanaan kegiatan ini, antusiasme masyarakat Dumai terlihat sangat tinggi. Banyak warga, donatur, serta tokoh masyarakat yang datang ke posko untuk memberikan dukungan.
Kegiatan sosial ini menegaskan bahwa IKPS tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga pilar penting dalam aksi kemanusiaan. Mereka berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban masyarakat di Sumatera Barat dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Dengan semangat kebersamaan, IKPS Kota Dumai mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian antar sesama, terutama saat saudara-saudara di kampung halaman sedang menghadapi masa sulit.
Penulis : Yusuf












Komentar