
Dumai (DNN) – Perusahaan Refenery pengolahan minyak kelapa sawit, PT Inti Benua Perkasatama (IBP) di Kota Dumai mengalami kejadian tumpahan minyak dari hasil proses perusahaan tersebut.
Kejadian itu terjadi pada Kamis (3/9/19) pagi di kawasan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Dumai. Tumpahan minyak itu menutupi permukaan air di drainase dekat operasinya PT IBP.
Humas PT Inti Benua Perkasatama, Sarmin tidak menyangkal adanya peristiwa tumpahan minyak tersebut. “Benar, minyak tumpah 100 kg,” jawabnya ketika dikonfirmasi oleh awak media ini, Kamis (03/10/19).
Dari hasil pantauan media terkait jumlah minyak yang tumpah, dan sesuai informasi dilapangan jumlahnya cukup banyak, Sarmin mengatakan benar adanya. “Iya pak, sudah kita timbang minyak yang tumpah,” jawabnya singkat.
Sementara pihak PT Pelindo Dumai M. Syafei dikonfirmasi awak media tidak mengetahui insiden tumpahan minyak dari perusahaan PT Inti Benua Perkasatama. “Sabar ya, saya kroscek dahulu. Soalnya saya belum ada informasi terkait insiden itu,” jawabnya.
Ketua Lembaga Penyuluhan Pembelaan Hukum (LPPH) Pemuda Pancasila, Eko Saputra, SH. CPL berharap kepada pemerintah Kota Dumai melalui instansi terkait untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang kerap mengalami insiden tumpahan minyak.
“Sanksi lingkungan harusnya dijalankan. Begitu juga dengan perusahaan yang menyewakan lahan. Jangan ambil keuntungan saja, tapi dampak lingkungan juga harus diperhatikan,” katanya terpisah.
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah belum pernah memberikan sanksi yang tegas kepada perusahaan yang lalai dalam menjalankan usahannya hingga mencemari lingkungan.
“Belum ada pemerintah daerah memberikan sanksi kepada perusahaan yang mengalami insiden tumpahan minyak. Coba sebutkan satu perusahaan yang mendapatkan sanksi tegas,” tegasnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Afdal mengatakan bahwa pihaknya sudah terima laporan ada insiden tumpahan.
“Benar, ada tumpahan anggota saya sudah cek lapangan dan saya lagi dinas luar, belum dapat laporan resminya,” ungkap Afdal.
Sebagai data pendukung pasca tumpahan minyak terjadi, PT Inti Benua Perkasatama melakukan pembersihan di lokasi yang tercemar minyak tumpah dengan cara manual dan alat seadanya.*
Penulis: Reos A













Komentar