DUMAI (DNN) – Keluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berdomisili di Kota Dumai semakin menguat terkait pelaksanaan Dumai Expo. Selain tingginya biaya sewa kios, mereka juga menyoroti kehadiran peserta dari luar daerah ditandai dengan kendaraan berpelat BA dan BK yang dinilai mendominasi area strategis pameran.
R (38), pelaku usaha kuliner lokal, mengaku kecewa karena tidak mampu mengikuti expo akibat biaya kios yang dinilai tidak ramah bagi UMKM kecil.
“Biaya sewa terlalu tinggi untuk kami. Tapi yang bikin miris, justru banyak yang dari luar kota bisa masuk dan ambil posisi bagus. Kendaraan mereka pelat BA, BK jelas bukan orang sini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan S (45), pengrajin asal Dumai yang telah lama menjalankan usaha kecil. Ia menilai keberadaan peserta luar daerah bukan masalah, namun menjadi persoalan ketika justru menggeser pelaku lokal.
“Kami tidak anti orang luar, tapi kalau sampai kami yang asli Dumai tidak dapat tempat, itu yang jadi pertanyaan. Expo ini seharusnya untuk kami berkembang,” katanya.
Para pedagang menyebut bahwa banyak titik strategis di area expo justru ditempati oleh pelaku usaha dari luar daerah yang memiliki modal lebih besar. Kondisi ini menciptakan kesenjangan, di mana UMKM lokal semakin sulit bersaing bahkan untuk sekadar mendapatkan ruang berjualan.
Mereka juga mempertanyakan mekanisme seleksi peserta serta transparansi dalam penentuan harga kios.
“Kalau memang ini event pemerintah, harusnya ada keberpihakan. Jangan sampai kami hanya jadi penonton di kota sendiri,” ujar salah satu pedagang lainnya.
Desakan pun diarahkan kepada Pemerintah Kota Dumai untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Dumai Expo. Pedagang berharap adanya kebijakan afirmatif seperti:
- kuota khusus bagi UMKM lokal Dumai,
- subsidi atau penyesuaian tarif kios,
- serta pembatasan atau pengaturan proporsi peserta dari luar daerah.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait dominasi peserta luar daerah tersebut. Namun, polemik ini terus berkembang dan memunculkan pertanyaan publik: apakah Dumai Expo masih berpihak pada UMKM lokal, atau justru menjadi ruang kompetisi bebas yang menguntungkan pelaku usaha bermodal besar dari luar daerah?








Komentar