DURI (DNN) — Suasana penuh keakraban dan nostalgia mewarnai kegiatan temu ramah lintas angkatan SMEP dan alumni SMP Negeri Pokok Jengkol (SMPN PJ) yang digelar di Kota Duri. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta, yang terdiri dari para alumni lintas angkatan serta sejumlah mantan guru yang pernah mengabdikan diri di SMPN Pokok Jengkol.
Pertemuan tersebut bukan sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali merajut tali silaturahmi, mempererat persaudaraan, sekaligus mengenang masa-masa pendidikan yang telah membentuk perjalanan hidup para alumni.
Salah seorang alumni, Amrizal Dt. Paduko Tuan, turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Meski harus datang dari jauh, yakni dari Kota Payakumbuh, Amrizal tetap menyempatkan diri hadir dalam acara temu ramah tersebut.
Kehadiran Amrizal menjadi salah satu bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap almamater serta kota Duri yang menyimpan begitu banyak kenangan masa sekolah.
“Bagi kami, sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu. Di sinilah persahabatan, persaudaraan dan banyak kenangan kehidupan dimulai. Karena itu, sejauh apa pun kita berada, ketika ada kesempatan untuk kembali berkumpul bersama teman-teman dan guru, tentu menjadi kebahagiaan tersendiri,” ujar Amrizal dalam suasana penuh keakraban.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus dijaga dan dikembangkan. Tidak hanya sebagai ajang bernostalgia, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian antarsesama alumni.
“Ini adalah bentuk support dan dukungan kita sesama alumni. Mudah-mudahan silaturahmi seperti ini terus terjaga dan menjadi kekuatan bagi keluarga besar alumni SMPN Pokok Jengkol,” tambahnya.
Kehadiran sejumlah mantan guru SMPN Pokok Jengkol juga semakin menambah suasana haru dan nostalgia. Para alumni seakan kembali ke masa ketika mereka masih mengenakan seragam sekolah, duduk di ruang kelas, serta mendapatkan bimbingan dan pendidikan dari para guru yang kini telah menjadi bagian penting dari sejarah kehidupan mereka.

Bagi para alumni, Duri bukan sekadar sebuah kota. Kota tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup yang menyimpan cerita, persahabatan, perjuangan dan kenangan yang tidak mudah dilupakan.
Temu ramah lintas angkatan ini pun menjadi bukti bahwa jarak dan waktu tidak mampu menghapus ikatan persaudaraan yang telah terbentuk sejak masa sekolah.
Dari Payakumbuh hingga Duri, langkah Amrizal Dt. Paduko Tuan menghadiri kegiatan tersebut menjadi simbol sederhana tentang arti sebuah kecintaan terhadap almamater dan tanah penuh nostalgia.
Sekolah boleh ditinggalkan, waktu boleh berlalu, tetapi persaudaraan dan kenangan yang lahir di bangku sekolah akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup.








Komentar